Laporan kajian · Jakarta, 19 Oktober 2026
Tahun pertama bulan madu, tahun kedua ujian daya beli. Kajian 57 rilis survei nasional, Oktober 2024–Oktober 2026.
79,2%
puas pada rilis “1 tahun” (Okt–Des 2025)
Rata-rata lembaga anggota Persepi
54,4%
puas pada Juli–September 2026
Rata-rata lembaga anggota Persepi
47,7%
menilai arah bangsa benar, Oktober 2026
SMRC, 1–10 Okt 2026
Ini kajian agregasi survei (poll-of-polls), bukan survei primer Markdata. Kami mengumpulkan 57 rilis dari 30 lembaga, memakai 40 survei bersampel probabilitas untuk rata-rata, dan menjadikan 7 lembaga anggota Persepi sebagai acuan tren. Dibiayai mandiri oleh Markdata.
Dari 79,2% pada rilis “satu tahun” (Okt–Des 2025) menjadi 54,4% pada Juli–September 2026 di kalangan lembaga anggota Persepi.
Tahun pertama stabil di kisaran 80%. Tahun kedua turun: 75,2% (Jan–Mar 2026), 59,8% (Apr–Jun), lalu 54,4% (Jul–Sep). Data terbaru SMRC (1–10 Okt): 44,5%, pertama kali di bawah 50%.
Awal 2025 semua lembaga sepakat di 79–88%. Juli–September 2026 hasilnya tersebar 37–81%, selisih 44 poin, jauh di atas margin of error. Anggota Persepi konsisten di 51–58%.
PDB tumbuh 5,29% (Triwulan II-2026) dan kemiskinan turun ke 8,07%, tetapi keyakinan konsumen, rupiah, dan IHSG melemah. Harga kebutuhan pokok adalah alasan ketidakpuasan nomor satu (36–44%).
Warga yang menilai Indonesia berjalan ke arah yang benar turun dari 83% (Okt 2024) menjadi 47,7% (Okt 2026). Kepuasan pada jalannya demokrasi turun dari 62% ke 39,7% (SMRC).
Dukungan melanjutkan MBG tetap 61–78%, tetapi kepuasan pelaksanaannya 50–56%. Koperasi Desa Merah Putih dinilai paling lemah; Cek Kesehatan Gratis paling diapresiasi (86,9%).
Memasuki tahun ketiga, pemerintah kehilangan bantalan bulan madu dan dinilai dari daya beli sehari-hari. Pemulihan lebih mungkin datang dari stabilnya harga pangan dan energi serta pembenahan pelaksana program yang ada, bukan dari program baru.
% puas terhadap Presiden/pemerintahan, survei probabilitas nasional. Garis = rata-rata kuartalan lembaga anggota Persepi.
Langkah 1 · Februari–Maret 2026
SMRC: 81,2% → 66,4% · Tempo Data Science: 75% → 58%
Langkah 2 · Mei–Agustus 2026
Poltracking: 72,2% → 55,1% · SMRC: 51,1% (Jul), 44,5% (Okt) · Tempo DS: 37%
Pembanding: demonstrasi besar Agustus 2025 tidak terlihat pada rilis survei; angka Oktober 2025 tetap 75–86%. Yang menggerakkan opini adalah peristiwa yang terasa di dompet.
Dengan margin of error sekitar 3 poin per survei, perbedaan sebesar itu bukan lagi variasi sampel.
Puas = sangat puas + cukup puas
Januari 2025 · 5 survei
79–88%
selisih 9 poin
Jul–Sep 2026 · 12 survei
37–81%
selisih 44 poin
Dua acuan absen: Indikator belum merilis survei nasional sejak Februari 2026; rilis Litbang Kompas tidak ditemukan sejak Januari 2025.
Dua alat ukur yang sama-sama benar, mengukur hal berbeda.
Membaik
Memburuk
Des 2024 vs data terkini: PDB Q4-2024 vs Q2-2026; kemiskinan dan Gini Sep 2024 vs Mar 2026; TPT Feb 2025 vs Feb 2026; IKK Des 2024 vs Sep 2026; inflasi Des 2024 vs Sep 2026; rupiah 15 Okt 2026; IHSG 12 Okt 2026. Sumber: BPS, Bank Indonesia.
Alasan ketidakpuasan nomor satu: harga kebutuhan pokok
36–44%
responden yang menyebutnya, di setiap survei yang menanyakan.
Alasan kedua: lapangan kerja (Arawicaksa 21,2%). Alasan ketiga, yang baru muncul sejak Agustus 2026: korupsi pejabat, terutama kasus Badan Gizi Nasional (Median, Arawicaksa 10,7%). 68% menilai ekonomi nasional lebih buruk (Tempo DS, Agu 2026) dan 62,5% rumah tangga pengeluarannya membengkak (Poltracking, Agu 2026).
Menilai Indonesia berjalan ke arah yang benar
83% → 47,7%
SMRC, Okt 2024 vs 1–10 Okt 2026 (n=1.213). Arah salah 34,3%, ragu 18%.
Puas dengan jalannya demokrasi
62% → 39,7%
SMRC, Mar 2026 vs Okt 2026. Tidak puas 56,5%.
Menolak wacana pelengseran presiden
67%
Median, Apr 2026. Ketidakpuasan belum berubah menjadi keinginan mengganti pemerintahan di luar jalur konstitusi.
Tempo Data Science (Agu 2026): Prabowo 40%, Gibran 33%, pemerintahan 37%. Poltracking (Agu 2026) menyebut persepsi ketidakharmonisan Presiden–Wakil Presiden sebagai satu dari lima faktor penurunan.
Latar rilis dua tahun
Putusan MK soal ijazah Wakil Presiden (6 Oktober 2026) menolak gugatan, tetapi memicu wacana pemakzulan. SMRC merilis angka arah bangsa 47,7% pada 13–14 Oktober.
“Dukung” = setuju/ingin dilanjutkan. Rentang = hasil beberapa lembaga (Indikator, Poltracking, IPO, Adidaya, LKPI, INES, Arawicaksa, 2025–2026).
| Program | Dukung | Puas pelaksanaan |
|---|---|---|
Cek Kesehatan Gratis Konsisten paling diapresiasi | — | 86,9% |
Sekolah Rakyat Skor 6,0/10 (Arawicaksa) | — | 75,5% |
Makan Bergizi Gratis Anggaran dipangkas Rp67 T; korupsi BGN; keracunan | 61–78% | 50–56% |
3 Juta Rumah 324 ribu unit per Jun 2026; skor 2,3/10 | 83,1% | 51,8% |
Koperasi Desa Merah Putih ~10 ribu dari 80 ribu beroperasi; skor 2,1/10 | 85,4% | 48,5% |
Efisiensi anggaran Memicu demo “Indonesia Gelap” Feb 2025 | 61–71% | — |
Swasembada pangan Skor tertinggi 8,4/10; harga beras tetap dikeluhkan | — | — |
72%
responden yang puas menyebut MBG sebagai alasannya (KedaiKOPI, Jan 2025)
11–16%
menyebut MBG sebagai alasan puas (Median, IPO, Agu 2026)
61–78%
tetap ingin MBG dilanjutkan
50–56%
puas dengan pelaksanaannya; 55% percaya pada BGN
Publik tidak meminta MBG dihentikan. Yang jatuh bukan dukungan pada gagasannya, melainkan kepercayaan pada pelaksananya.
Ringkasan dari 64 peristiwa dalam dataset kajian.
Tahun pertama
20 Okt 2024
Pelantikan. SMRC: 83% menilai arah bangsa benar.
31 Des 2024
PPN 12% dibatasi ke barang mewah; disambut positif.
6 Jan 2025
Makan Bergizi Gratis dimulai serentak.
22 Jan 2025
Efisiensi anggaran Rp306 T; 71% mendukung (IPO).
17 Feb 2025
Demo “Indonesia Gelap”; nyaris tak tampak di survei.
15 Jul 2025
Tarif AS turun ke 19%; diplomasi dinilai bidang terbaik.
21 Jul 2025
80 ribu Koperasi Desa Merah Putih diluncurkan.
28 Agu 2025
Kerusuhan nasional; keyakinan konsumen anjlok. Tak tampak di survei.
20 Okt 2025
Satu tahun. Rilis survei: 74,8–86% puas.
25 Nov 2025
Banjir bandang Sumatra, 1.135 korban jiwa.
Tahun kedua
27–30 Jan 2026
Bursa bergejolak; pimpinan OJK dan BEI mundur.
28 Feb 2026
Perang di Timur Tengah; inflasi melonjak 4,76%. SMRC: 66,4%.
Mei 2026
BBM nonsubsidi naik; anggaran MBG dipangkas; korupsi di BGN.
Juni 2026
Rupiah tembus Rp18.000; suku bunga BI naik tajam.
25 Jul 2026
Gubernur BI mundur. SMRC: 51,1%.
Agu–Okt 2026
LPG 3 kg langka; demo mahasiswa dan buruh. Poltracking: 55,1%.
14 Sep 2026
Menteri Keuangan diganti, kedua kalinya dalam setahun.
6 Okt 2026
Putusan MK soal ijazah Wapres; wacana pemakzulan. SMRC: kepuasan 44,5%, arah benar 47,7%.
12 Okt 2026
IHSG di bawah 6.000; rupiah Rp17.900-an.
20 Okt 2026
Dua tahun pemerintahan.
Implikasi memasuki tahun ketiga.
Pemulihan kepuasan lebih mungkin datang dari stabilisasi harga beras, BBM, dan LPG daripada dari program baru.
Publik masih ingin MBG dan Kopdes berjalan. Yang hilang adalah kepercayaan pada BGN dan tata kelola di lapangan.
Dua Menteri Keuangan diganti, Gubernur BI mundur. Pasar dan kelas menengah membacanya sebagai ketidakpastian.
Dengan rentang 44 poin antar-lembaga, satu rilis tidak lagi cukup. Bandingkan gelombang dalam satu lembaga.
Masuk rata-rata: survei nasional dengan sampel acak (probabilitas) yang melaporkan jumlah responden. Rata-rata dihitung per kuartal berdasarkan tanggal selesai lapangan, terpisah untuk seluruh survei dan untuk anggota Persepi.
Dicatat, tidak masuk rata-rata: survei daring non-acak (Median, KedaiKOPI, Celios), panel ahli/jurnalis, dan dokumen yang beredar tanpa rilis resmi.
Acuan tren: LSI, Indikator, SMRC, Alvara, Indekstat, Indopol, Arus Survei Indonesia. Data konteks: BPS, Bank Indonesia, Kemnaker.
Januari 2025 – Oktober 2026. Puas = sangat puas + cukup puas.
| Lembaga | Lapangan | N | Puas | Tidak puas |
|---|---|---|---|---|
| SMRCPERSEPI | 01–10/10/26 | 1.213 | 44,5% | 53,4% |
| Arawicaksa | 03–08/10/26 | 1.200 | 50,1% | 44,8% |
| Piramida | 20/09–05/10/26 | 1.200 | 60,4% | 14,8% |
| Adidaya | 15–21/09/26 | 1.240 | 60,3% | 36,2% |
| LKPI | 08–20/09/26 | 1.246 | 80,7% | 14,4% |
| INES | 09/26 | 1.400 | 79,3% | 17,4% |
| Poltracking | 14–20/08/26 | 1.220 | 55,1% | 40,2% |
| Tempo Data Science | 31/07–11/08/26 | 1.260 | 37% | 62% |
| IPO | 27/07–03/08/26 | 1.200 | 63% | 35% |
| MedianDikecualikan: Survei daring non-acak | 21/07–02/08/26 | 1.212 | 56,2% | 36% |
| Arus Survei IndonesiaPERSEPI | 23–29/07/26 | 1.200 | 57,6% | 40,6% |
| Lab. Suara Indonesia | 21–28/07/26 | 1.668 | 78,7% | 18,2% |
Dataset lengkap tersedia atas permintaan. Versi dokumen memuat tautan ke setiap rilis.
Dataset lengkap, bahan siaran pers, dan permintaan wawancara bisa diajukan lewat WhatsApp.